Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sekitar 17.000 umat Hindu mengikuti prosesi Melasti

Sekitar 17.000 umat Hindu mengikuti prosesi Melasti di kawasan pantai Dusun Ujung Sidrap, Desa Mabonta, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), kemarin. Kegiatan keagamaan itu sebagai rangkaian peringatan Hari Raya Nyepi pada Sabtu (5/3). Di daerah Luwu Raya, umat Hindu terbesar berada di Lutim. Ketua panitia prosesi Melasti, I Wayan Sudiarsah, mengatakan, prosesi itu sebagai bagian perayaan Hari Raya Nyepi, yakni pembersihan pratime atau benda-benda yang disakralkan umat Hindu ke laut, danau, atau sumber mata air.

Melalui prosesi Melasti ini, segala bentuk kekotoran, baik yang ada pada benda maupun jiwa umat Hindu, dapat dibersihkan dan kembali suci sebelum memasuki Hari Raya Nyepi. Dalam prosesi Melasti, umat Hindu yang datang dari berbagai kecamatan di Lutim, membuang sesajen ke laut yang bermakna upaya manusia membuang segala kejelekan dan sifat buruknya. “Kegiatan ini diharapkan bisa dilaksanakan setiap tahun,” ujar Wayan.

Menurut dia, dalam prosesi sakral ini, umat Hindu melantunkan doa pujian kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Wakil Bupati Lutim Thoriq Husler yang menghadiri prosesi ini, mengajak umat Hindu di Lutim senantiasa meningkatkan kebersamaan dan kerukunan hidup antarumat beragama. Hal itu akan menciptakan toleransi sesama pemeluk agama di Lutim.

Thoriq juga mengajak umat Hindu di Bumi Batara Guru ini senantiasa berpartisipasi dan memberikan kontribusi bagi pembangunan di daerah ini. “Kerukunan umat beragama sangat penting dan dijaga setiap saat agar tercipta suasana damai dan tenteram,” tandasnya. Demikian catatan online ilmu rayap tentang Sekitar 17.000 umat Hindu mengikuti prosesi Melasti.